Judul : Paris Lumiere de l’Amour : Catatan Cinta Dari Negeri Eiffel
Penulis : Rosita Sihombing
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House, Cetakan I : Mei 2009
Tebal : xi + 172 halaman
Harga : Rp. 32.000,-
PARIS. Apa yang akan terbayangkan ketika anda mendengar atau membaca nama itu? Yang langsung terlintas dalam benak anda pastilah sebuah kota indah nan romantis tempat sang nyonya besar Eiffel berdiri megah bermandi cahaya saat malam tiba. sebuah kota penuh inspirasi bagi siapa saja.
Bagi kita yang bgitu tertarik dengan kota ini, maka buku Catatan cinta dari negeri Eiffel ini adalah salah satu rekomendasi yang wajib dibaca. Ditulis dengan gaya yang lugas, penyampian yang tidak berbelit-berbelit dan sederhana membuat buku ini begitu menyegarkan, ringan tapi tetap informative. Di dalamnya kita bisa menemukan banyak sisi-sisi menarik dari kehidupan di paris. Mulai dari keadaan social budaya, ekonomi, politik, agama serta aspek lainnya komplit tersedia dalam buku ini. Cerita-cerita ringan dan sederhana berbalut senyum tawa ataupun haru yang langsung dialami oleh penulis sebagai Full time mother tersaji apik dalam lima bab yang lebih dari cukup untuk menambah pengetahuan kita.
Saat kita membaca buku ini, kita akan menemukan banyak pelajaran tentang bagaimana hidup di kota paris. Bagaimana menempatkan diri sebagai muslim yang tetap survive walaupun minoritas, menjadi ibu rumah tangga yang tetap bisa menyajikan gado-gado meskipun ala paris, repotnya mengganti kunci rumah dan sampai harus mengeluarkan uang yang jika di tambah sedikit lagi bisa untuk membeli tiket PP Jakarta-Paris karena saking mahalnya, atau bagaimana merayakan moment-moment istimewa dengan suka cita. Dan yang menjadi catatan penting adalah bahwa semua itu memang nyata dan merupakan pengalaman dari penulis sendiri. Dan pengalaman itu semua dibagi untuk kita pembacanya. Buku ini bertabur pengalaman unik, sederhana, namun sarat makna. Membaca buku ini membuat kita seperti sedang membaca diary curahan hati dari penulisnya. Ah, tidak berlebihan rasanya bila saya menyimpulkan bahwa penulisnya sendiri adalah cahaya yang tidak kalah bersinarnya dari cahaya kota cahaya. Masih tidak percaya? Baca saja dan anda akan menyetujui pendapat saya..
Paris???? Kapan ya saya akan kesana??? Insya Allah bisa!!!!




